MK Etika Profesi - IFC6502CHarry Novianto Kai | 14021106179
O J E K
Deskripsi singkat tentang ojek, sebagai berikut...
Ojek (juga disebut ojeg) adalah transportasi umum tidak resmi di indonesia berupa sepeda motor atau sepeda yang disewakan dengan cara memboncengkan penumpang. Penumpang biasanya satu orang namun kadang bisa berdua. Dengan harga yang ditentukan dengan tawar menawar dengan penumpang dahulu setelah itu sang sopir akan mengantar ke tujuan yang diinginkan penumpangnya.
Ojek banyak digunakan oleh penduduk kota-kota besar seperti di Jakarta, karena kelebihannya dengan ankutan lain yaitu lebih cepat dan dapat melewati sela-sela kemacetan di kota. Selain itu dapat menjangkau daerah-daerah dengan gang-gang yang sempit dan sulit dilalui oleh mobil. Biasanya mereka mangkal di persimpangan jalan yang ramai, atau di jalan masuk kawasan permukiman.
Sejarah singkat tentang ojek di Indonesia, sebagai berikut...
Pada tahun 1969 di pedesaan Jawa Tengah, ojek sepeda lazim digunakan karena kondisi jalan desa yang rusak parah dan tidak dapat dilalui oleh mobil. Sementara pada tahun 1970 di Jakarta, ojek sepeda digunakan di Pelabuhan Tanjung Priok karena adanya larangan becak, bemo, maupun kendaraan lain masuk ke dalam area pelabuhan.
Pada saat yang sama, pengojek di Jawa Tengah mulai beralih menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan yang digunakan. Di tahun 1974, pemodal dari Jakarta membuka usaha ojek motor di Ancol yang saat itu langsung menarik minat banyak penumpang.
Wawancara yang saya lakukan terhadapa tukang Ojek lokal di Manado...
Saya melakukan wawancara dengan tukang ojek lokal dengan mengajukan beberapa pertanyaan, Sudah berapa lama bapak menekuni profesi menjadi tukang ojek ? menjadi pertanyaan pertama saya kepada bapak yang biasa dipanggil Dani, "Oh kira-kira dek sudah selama 8 tahun, kurang lebih lah seperti itu" ujar bapak ojek yang satu ini. Selama 8 tahun bekerja sebagai tukang ojek saya menjadi lebih penasaran apakah ada kendala yang dialami oleh bapak yang satu ini dalam menjalani kegiatan sehari-harinya sebagai tukang ojek, "selama menjadi tukang ojek kiranya nda ada kendala dek ya puji tuhan semua aman dan rejeki lumayan lah tapi tidak menentu, kendala-kendala sih itu jarang terjadi ya dek begitu lah kira-kira" sembari menjawab rasa penasaran saya yang dituangkan dalam pertanyaan. Soal rejeki yang didapat pun si bapak ini mempunyai keyakinan tersendiri dengan berharap semoga setiap hari mendapatkan banyak penumpang yang mau naik ojeknya "kalau soal rejeki atau upak yang bapak dapat yah lumayan tergantung sepi atau tidaknya penumpang, kalau banyak bisa kira-kira sampai 100 ribu perharinya kurang lebih begitu yah kalau normal-normal saja puji tuhan 75 ribu cuma, bersyukur no katu dengan apa yang da dapa :D" dengan senyuman di wajah, bapak menjawab pertanyaan saya tentang upah sehari-hari sebagai tukang ojek.

Karena akhir-akhir ini banyak berita dan isu tentang perselisihan tentang ojek online dan angkutan umum, maka ini menjadi pertanyaan terakhir saya kepada bapak tukang ojek lokal tersebut dengan meminta pendapatnya tentang hal itu, "menurut bapak kalo soal ini sih rejeki itu diatur tuhan, selama tidak mengganggu dan tidak menimbulkan masalah tidak apa-apa, kan ini sudah perkembangan, karna teknologi sekarang jadi muncul ini ojek onlie, kalo soal mengganggu bapak sih selama ini blum ada jadi torang aman-aman no" jawaban dari bapak yang dikenal dengan bapak "Dani" ini menjadi akhir dari perbincangan singkat kami.
Sekian wawancara singkat saya dengan seorang tukang ojek dengan tema Pekerjaan Unik Disekitar Kita, semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon