Senin, 04 Desember 2017

Sistem Pengambilan Keputusan - Tugas 2

Tugas 2 - Sistem Pengambilan Keputusan





Management Information System

Mengenal Sistem informasi managemen
  • Sistem adalah suatu kumpulan elemen atau subsistem yang saling terintegrasi dengan maksud dan tujuan yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
  • Informasi adalah data yang telah di olah /memiliki arti.
  • Manajemen yaitu kumpulan aktifitas yaitu merencanakan, pengaturan, koordinasi dan control.
Sehingga berdasarkan arti kata diatas maka, SIstem informasi manajemen adalah suatu sistem informasi yang berisi atau menyediakan informasi terhadap user dengan kebutuhan yang serupa. Kemudian tugas sistem informasi adalah menyediakan informasi yang bersifat internal. Agar informasi yang dihasilkan sistem informasi lebih mengena dan berguna bagi manajemen maka harus dilakukan analisa untuk mengetahui kebutuhan informasi bagi setiap tingkatan manajemen

 

Sejarah DSS

Sistem Informasi peneliti dan teknologi telah membangun dan diselidiki Sistem Pendukung Keputusan (DSS) untuk sekitar 40 tahun. Tulisan ini mengeksplorasi sejarah dan perkembangan di awal DSS dengan membangun model-driven DSS pada akhir tahun 1960, perkembangan teori pada 1970-an, dan pelaksanaan sistem perencanaan keuangan, DSS dan DSS spreadsheet Group di awal 80-an dan pertengahan. Data warehouse, Sistem Informasi Eksekutif, OLAP dan Business Intelligence berkembang pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Akhirnya, babad berakhir dengan berbasis pengetahuan DSS dan implementasi DSS berbasis Web pada pertengahan 1990-an.

Jelaskan Sistem !

Ackof dalam Effendy (1989:51) mengatakan bahwa sistem adalah setiap kesatuan, secara konseptual atau fisik, yang terdiri dari bagian- bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lain.
Yang artinya untuk satu tujuan yang sama serta dengan berdasar pada batas-batas yang di tentukan sistem.

Proses Pengambilan Keputusan Pengambilan

Untuk pengambilan keputusan yang baik maka diperlukan beberapa caranya yaitu :
  • Tahap Identifikasi masalah inti/ utama,
    Untuk apat mengidentifikasi masalah inti atau utama, perlu dipahami lebih dulu apa yang dimaksud dengan masalah.
  • Pengumulan data dan analisis pada tahap dua ini berbeda dengan pengumpulan data pada tahap identifikasi masalah.
  • Tahap penentuan keputusan berikut dengan memikirkan konsekuensi-konsekuensi positif/ negatif setiap alternatif.
  • Menentukan pilihan terbaik dengan evaluasi.

 

Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan

Berikut karakteristik sistem pendukung keputusan :
  • Mendukung proses pengambilan keputusan yang berfokus pada pengelolaan persepsi.
  • Kehadiran antarmuka manusia atau mesin yang manusia sebagai pengguna mempertahankan kontrol dari proses pengambilan keputusan.
  • Mendukung keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi-terstruktur dan tidak terstruktur.
  • Memiliki kapasitas untuk dialog untuk memperoleh informasi yang diperlukan.
  • Telah terintegrasi subsistem sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai sistem terpadu.
  • Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan seluruh tahap manajemen informasi.

Komponen-Komponen Sistem Pendukung Keputusan

Komponen sistem pendukung keputusan yaitu
1. Database Management
Merupakan subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.
2. Model Base
Merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.
3. User Interfase / Pengelolaan Dialog
Terkadang disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem Pendukung Keputusan.

Tujuan DSS /SPK

Tujuan sistem pengambilan keputusan
  • Membantu memecahkan masalah semi-terstruktur.
  • Dukungan manajer dalam mengambil keputusan masalah.
  • Meningkatkan efektivitas daripada efisiensi pengambilan keputusan.

Mengapa Menggunakan DSS

Karena sistem pengambilan keputusan memberikan suatu hasil yang maksimal positif baik dikarenakan pengambilan keputusan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan segala konsekuensi-konsekuensi yang dapat terjadi.

Grup Support System

Grup support sistem yaitu untuk memudahkan pemecahan atas masalah tak terstruktur oleh beberapa (set) pembuat keputusan yang bekerja sama sebagai suatu kelompok.
Permasalahan yang sering terjadi dalam GDSS
– Partisipan berasal dari wilayah fungsional dan perspektif yang berbeda.
– Walaupun perbedaan dapat memperkaya pertemuan tetapi dapat memperlambat pekerjaan.
– Adanya fenomena: dominasi sebagian anggota, komunikasi antarpersonel yang jelek, takut mengekspresikan ide.
– Adanya pelatihan ekstensif dan bantuan profesional.
– Jika jumlah tim bertambah akan menambah pelatihan dan anggaran.
Tujuan GDSS
– meningkatkan produktifitas dari rapat pengambilan keputusan, baik dengan mempercepat proses pengambilan keputusan ataupun dengan meningkatkan kualitas dari keputusan yang dihasilkan, atau keduanya. Hal ini bisa terwujud dengan menyediakan dukungan terhadap pertukaran ide-ide, opini, dan pilihan-pilihan di dalam kelompok.
– Lebih lanjut GDSS dalam bidang yang lebih luas bisa disebut GSS (Group Support Systems) atau EMS (Electronic Meeting Systems)
Perangkat Lunak GDSS memungkinkan beberapa pemecah masalah, bekerja sama sebagai satu kelompok, mencapai solusi. Mungkin pemecah masalah itu mewakili satu komite atau tim proyek.

Executive Support System

Executive Information System (EIS) atau disebut juga sebagai Executive Support System (ESS) adalah sistem berbasis komputer yang interaktif, yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses data dan informasi, sehingga dapat dilakukan pengidentifikasian masalah, pengeksplorasian solusi, dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang sifatnya strategis.
EIS mengintegrasikan data yang berasal dari sumber data internal maupun eksternal, kemudian melakukan transformasi data ke dalam bentuk rangkuman laporan yang berguna. Laporan ini biasanya digunakan oleh manajer dan level eksekutif untuk mengakses secara cepat laporan yang berasal dari seluruh perusahaan dan departemen, sehingga dapat diperoleh pengetahuan yang berguna bagi pihak eksekutif. Laporan ini digunakan untuk menemukan alternatif solusi untuk menekan permasalahan manajerial dan membuat perencanaan keputusan untuk perusahaan.

Expert System

Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengapdosi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli.

Artificial Neural Network

Neural Network merupakan kategori ilmu Soft Computing. Neural Network sebenarnya mengadopsi dari kemampuan otak manusia yang mampu memberikan stimulasi/rangsangan, melakukan proses, dan memberikan output. Output diperoleh dari variasi stimulasi dan proses yang terjadi di dalam otak manusia. Kemampuan manusia dalam memproses informasi merupakan hasil kompleksitas proses di dalam otak. Misalnya, yang terjadi pada anak-anak, mereka mampu belajar untuk melakukan pengenalan meskipun mereka tidak mengetahui algoritma apa yang digunakan. Kekuatan komputasi yang luar biasa dari otak manusia ini merupakan sebuah keunggulan di dalam kajian ilmu pengetahuan.
Fungsi dari Neural Network diantaranya adalah:
  • Pengklasifikasian pola
  • Memetakan pola yang didapat dari input ke dalam pola baru pada output
  • Penyimpan pola yang akan dipanggil kembali
  • Memetakan pola-pola yang sejenis
  • Pengoptimasi permasalahan
  • Prediksi
Reference :
Managament System Information
https://jurnal.unikom.ac.id/jurnal/analisis-sistem-informasi.3o/02-miu-11-2-sri-dewi.pdf
Sejarah SPK
http://teguhwidianto.web.ugm.ac.id/2012/03/sejarah-decision-support-system-sistem-pengambil-keputusan/
Proses Pengambilan Keputusan
https://sites.google.com/site/teoridecision/proses-pengambilan-keputusan
Sistem Pendukung Keputusan
http://www.kajianpustaka.com/2013/09/sistem-pendukung-keputusan-spk.html
Karakter Sistem Pendukung Keputusan
http://www.dosenpendidikan.com/tahapan-tujuan-dan-karakteristik-sistem-pendukung-keputusan-spk/
EIS
https://eiskonsep.wordpress.com/2011/05/30/pengertian-eisess-3/
Expert Sistem
https://rosyid.lecturer.pens.ac.id/.../Minggu7%20-%20Expert%20System%20(Baru).pdf
Artifictial Neural Network
http://socs.binus.ac.id/2012/07/26/konsep-neural-network/


EmoticonEmoticon